the Jakarta tour
Sosok Ibu kota memiliki pesona tersendiri.
Kami membuktikannya selama 2 hari 2 malam di Lautse 303, wuih kesan yang kami dapat gak bisa kami gambarkan satu per satu. Banyak banget kesan menyenangkan yang kami rasakan.
Di tambah lagi dengan kehadiran teman baru dari cybermediacollege Jogja menambah kesan istimewa pada wisata kali ini.
Berikut keceriaan yang sempat terekam oleh kamera paparazy :
Sebagai pelengkap kami pun akhirnya nonton bareng talk show paling populer di dunia TV kita, kami nonton langsung shoting EMPAT MATA yang bertemakan ‘Film Laga’. dengan tagline ‘Kembali ke Lap… Top’ -nya kamipun semakin terkesan dan senang menyaksikan sang Tukul pada saat mengikuti sesi demi sesi acara ini.
Hum ‘ngatini‘ ternyata menjadi incaran mata para pria yang hadir di studio waktu itu. Ya memang gk boleh menutup mata kan, jadinya kita nikmati saja acaranya.
ini kegembiraan lain yang sempat terekam :

kegembiraan setelah melihat pembuatan film animasi di castle animation
Saya tunggu tujuan wisata lainnya, n jangan lupa ajak2 saya lagi ya… Salam hangat untuk warga Jogja.
ADVERTISEMENT
Seseorang sedang mencoba mencetak sejarah, setelah Milton Glaser menciptakan logo I heart NY pada 1976, giliran pelaku kreatif dari Indonesia yang melakukannya.
Adalah Eko Punto Pambudi dia menciptakan icon seperti yang ada d samping ini, ikon yang dia ciptakan untuk Jakarta mengikuti jejak I heart NY cukup simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.
Seperti halnya logo I heart NY, icon ini bisa kita dapetin dalam bentuk kaos salah satunya, yang bisa dipesan pada situs resminya di sini.






