RSS punya banyak versi,
Tergantung pada siapa kita merujuknya
Demikian papar Norman Sasono, Technology Head Intermedia dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu di jakarta. menurutnya, kalau kita bertanya apa itu RSS yang sesungguhnya, jawabannya akan tergantung kepada siapa kita bertanya.
Ia memaparkan, dari sisi kesejahteraan, RSS itu ada empat versi yakni Really Simple Syndication (RSS 2.0), Rich Site Summary (RSS 0.91, RSS 1.0), RDF Site Summary (RSS 0.9, RSS 1.0), dan sesuatu yang mirip RSS yang disebut ATOM. Meskipun ada istilah versi 1.0 atau 2.0, menurut Norman masing-masing versi itu bukan merupakan kelanjutan dari versi2 tertentu sebagaimana kita kenal dalam dunia aplikasi atau solusi. “jadi RSS 1.0 itu bukan merupakan versi awal dari RSS 2.0. it’s totally different,” ujarnya.
Namun apapun istilahnya, RSS secara fungsi pada prinsipnya merupakan sebuah format berbasis teks yang disebut XML, yang memungkinkan orang berbagi konten antara situs yang satu dengan situs yang lain. di era web 2.0, RSS sangat bermanfaat digunakan untuk membangun sindikasi informasi antara satu situs dengan situs yang lain, sehingga si pemilik tidak direpotkan dengan persoalan update informasi pada situs yang dikelolanya.
sumber : PC+ Januari 2007
ADVERTISEMENT
Seseorang sedang mencoba mencetak sejarah, setelah Milton Glaser menciptakan logo I heart NY pada 1976, giliran pelaku kreatif dari Indonesia yang melakukannya.
Adalah Eko Punto Pambudi dia menciptakan icon seperti yang ada d samping ini, ikon yang dia ciptakan untuk Jakarta mengikuti jejak I heart NY cukup simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.
Seperti halnya logo I heart NY, icon ini bisa kita dapetin dalam bentuk kaos salah satunya, yang bisa dipesan pada situs resminya di sini.






