Browse > Home / news / Let’s Go Green dialogue

| Subcribe via RSS

Let’s Go Green dialogue

December 5th, 2007 Posted in news

Yup sebuah momentum besar yang dialami oleh seluruh dunia pada saat ini, karena dengan adanya pemanasan global semua bangsa di seluruh dunia (yang peduli) seakan dialihkan perhatiaanya untuk konsentrasi dengan isu ini.

Tidak hanya aktifis lingkungan hidup tapi pejabat negara hingga ke tingkatan presiden pun menanggapi secara serius pada masalah ini. Terbukti dengan dukungan penuh pada UNFCCC (KTT Perubahan Iklim) yang berlangsung di Nusa Dua Bali, hingga tanggal 14 desember tahun ini.

Memang dirasa aneh kok nunggu momentum besar dulu sih untuk menjaga hijaunya lingkungan? ya memang seperti inilah manusia,,, jika tidak ada dorongan untuk berbuat manusia akan diam saja (umunya), tapi tentu saja banyak sekali insan-insan lain yang dengan kesadaran sendiri menjaga hijau lingkungannya.

tentu mendapat dukungan penuh, karena Indonesia sendiri ternyata mendapat predikat salah satu ‘penyumbang‘ polusi terbesar di dunia. Padahal Negara kita adalah salah satu paru-paru dunia kan.

Seperti yang dibicarakan pada dialog Let’s Go Green ini, narasumber menceritakan betapa negara Indonesia ini (sebagai salah satu negara yang merasakan akibat pemanasan global) yang diibaratkan sebagai sebuah kapal layar yang hampir tenggelam, dikarenakan layarnya sudah robek dan tidak mungkin akan sampai ke tujuan, karena itu segera kita harus berlabuh dan menjahit kembali layar yang rusak agar perjalanan perahu dapat sampai di tujuan.

Tentu saja analogi tersebut mengisyaratkan pada kita agar lahan hijau yang masih ada di jaga dan di lestarikan, sehingga kehidupan umat manusia di dalamnya akan merasa nyaman dan tentram. Dikatakan jika program penggalaan lahan gambut yang dikelola dengan baik maka akibat pemanasan global yang dirasakan di Indonesia diperkirakan akan turun sebanyak 50%.

Ini tenty berita yang menggembirakan, sekarang tinggal kita sebagai generasi muda yang harus tetap mengkampanyekan dengan caranya masing-masing dan berbuat sekecil apapun yang dimulai dari diri sendiri dan mulai darisekarang. (3M donk heuheuheu).

Eh ada isyu, katanya sawah-sawah yang menghampar luas mengakibatkan pemanasan global lho… hum, bener gak yah ?

ihwan dari berbagai sumber.



ADVERTISEMENT

Seseorang sedang mencoba mencetak sejarah, setelah Milton Glaser menciptakan logo I heart NY pada 1976, giliran pelaku kreatif dari Indonesia yang melakukannya.
Adalah Eko Punto Pambudi dia menciptakan icon seperti yang ada d samping ini, ikon yang dia ciptakan untuk Jakarta mengikuti jejak I heart NY cukup simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.

Seperti halnya logo I heart NY, icon ini bisa kita dapetin dalam bentuk kaos salah satunya, yang bisa dipesan pada situs resminya di sini.

Other topics