Browse > Home / news / Aman sang kusir Andong

| Subcribe via RSS

Aman sang kusir Andong

January 28th, 2008 Posted in news

Adalah seorang Aman yang sejak tahun 1972 memilih berlatih mengendarai kuda daripada meneruskan pendidikannya. Setelah sekian lama beliau mengendarai kuda, akhirnya beliau mencoba terjun menggeluti usaha keluarganya menjadi kusir andong.

Bukannya tidak terpikir di benak beliau untuk menggeluti pekerjaan lain selai menjadi kusir andong ini, akan tetapi faktor pendidikanlah yang menjadi pertimbangan beliau untuk tidak menggeluti pekerjaan yang lain. Ditambah lagi dengan minimnya keahlian yang beliau miliki, itu memperkuat keputusan dirinya untuk tidak memilih pekerjaan lain yang lebih baik dari pekerjaannya sekarang.

Lalu mulailah sejak tahun 90-an beliau memutuskan untuk mangkal di sekitaran Jl.Ganesha sebagai tempat menjual jasa andongnya ini. Dari penghasilan yang didapat belum cukup untuk digunakan beliau dan keluarganya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Itu dikarenakan penghasilan yang beliau dapatkan tidak menentu, kadang mengalami naik surut, uang sejumlah Rp 10 sampai 50 ribu beliau dapatkan tiap harinya, tidak jarang pula beliau pulang dengan tangan hampa. Meskipun demikian beliau tetap memperjuangkan usahanya ini demi menopang hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga yang beliau cintai.
Di usianya yang mulai udzur ini beliau belum menemukan pengganti sebagai kusir andong. Selagi belum menemukan pengganti beliau, profesi kusir andong akan terus ia geluti sampai akhir hayatnya. (Ihwan, Robi)



ADVERTISEMENT

Seseorang sedang mencoba mencetak sejarah, setelah Milton Glaser menciptakan logo I heart NY pada 1976, giliran pelaku kreatif dari Indonesia yang melakukannya.
Adalah Eko Punto Pambudi dia menciptakan icon seperti yang ada d samping ini, ikon yang dia ciptakan untuk Jakarta mengikuti jejak I heart NY cukup simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.

Seperti halnya logo I heart NY, icon ini bisa kita dapetin dalam bentuk kaos salah satunya, yang bisa dipesan pada situs resminya di sini.

Other topics