Lari pagi di Sabuga
Sedikit review di Sabuga kemarin :
” Meskipun tidak ada yang menemani, tapi tetep jadi berkunjung ke Sabuga dan hanya kuat sampe jam7 doank (dari jam6) karena gada temen ngobrol n temen joging uy (adik gw diajakin eh malah gk mau dengan berbagai alasan), *berencana SKSD* tapi situasi tidak memungkinkan…
Oh ya seru juga si di Sabuga waktu hari minggu kemarin, ada pertunjukan dari orang2 yang jago aerobik, dan pengunjung di ajak untuk aerobik bersama mereka *:?*, acara aerobiknya mayan meriah karena ada live music dari band *gk tau si band apa yg maen*.
Selain itu ternyata ada perpustakaan keliling juga yang ikut nimbrung di lapang sabuga *#?!*, kyknya si ada buku tutorial lari pagi tuh makanya perpustakaan keliling ikutan tampil. Abis puas liatin orang2 yang parkir kendaraan trus mulai meluncur ke lapangan, akhirnya perut ngajak bwt sarapan bubur @6.45am n jam 7 cabut akhirnya dari TKP”
itulah sekelumit cerita bersambung yang kelanjutannya akan ada lagi abis acara weekend ini. ![]()
ADVERTISEMENT
Seseorang sedang mencoba mencetak sejarah, setelah Milton Glaser menciptakan logo I heart NY pada 1976, giliran pelaku kreatif dari Indonesia yang melakukannya.
Adalah Eko Punto Pambudi dia menciptakan icon seperti yang ada d samping ini, ikon yang dia ciptakan untuk Jakarta mengikuti jejak I heart NY cukup simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.
Seperti halnya logo I heart NY, icon ini bisa kita dapetin dalam bentuk kaos salah satunya, yang bisa dipesan pada situs resminya di sini.






