Browse > Home / news, personality / Memaknai hari kemerdekaan Indonesia ke-63

| Subcribe via RSS

Memaknai hari kemerdekaan Indonesia ke-63

August 17th, 2008 Posted in news, personality

Tidak harus menghadiri upacara (kalo gk sempet, menurut saya), tapi lebih baik mengikuti upacara, kan cuman 1 tahun sekali ini ;). Memaknai kemerdekaan RI bukan hanya dari acara seremonial semata, namun rakyat mengharapkan sebuah tindakan nyata untuk perubahan ke arah yang lebih baik bagi Bangsa dan Negara ini.

Saya masih ngenes sama yang namanya kasus tindak pidana korupsi dari para petinggi negara kita. Seakan gada habisnya nafsu keserakahan mereka. Tidakkah selintas sedikitpun di benak mereka mengenai apa makna keadilan dan apa yang bisa dilakukan mereka sebagai wakil rakyat, yang sudah jelas2 mereka sebenarnya bertitle “pembatu rakyat” itu.

Rasa prihatin selalu muncul ketika di media2 masa menampilkan perbuatan ketidakadilan mereka. Yang paling bikin gemes pengen “nyubit” adalah tindakan pengadilan TIPIKOR (Tindak Pidana KORUPSI) “tikus rakyat tuh“. Kenapa si perlakuan terhadap “tikus-tikus” itu seolah mereka gk berdosa dan tidak merugikan negara, alasan “asas praduga tidak bersalah yang dikemukakan” agar mereka tidak diperlakukan layaknya perlakuan aparat terhadap tindakan kriminal lain (udah klise) aarrrghhh! what the ***Heh***!

***

Ya sudah cukup segitu dulu mencak2nya. Dalam memaknai dan memperingati kemerdekaan kali ini saya mencoba membuat sesuatu di microblogging yang lagi “naik daun” sekarang, di sana saya menuliskan isi hati saya sebenarnya… silakan di tengok: http://www.plurk.com/p/2md7k.



ADVERTISEMENT

Seseorang sedang mencoba mencetak sejarah, setelah Milton Glaser menciptakan logo I heart NY pada 1976, giliran pelaku kreatif dari Indonesia yang melakukannya.
Adalah Eko Punto Pambudi dia menciptakan icon seperti yang ada d samping ini, ikon yang dia ciptakan untuk Jakarta mengikuti jejak I heart NY cukup simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.

Seperti halnya logo I heart NY, icon ini bisa kita dapetin dalam bentuk kaos salah satunya, yang bisa dipesan pada situs resminya di sini.

Other topics