Peluang investasi di saat krisis
Masih di minggu ini saya mendapat informasi dari seseorang, informasinya mengenai sebuah peluang usaha dengan program investasi, sudah sering sekali peluang usaha (bisnis) seperti ini marak dari tahun ke tahun. Sejujurnya saya tidak begitu tertarik dengan penawaran-penawaran yang diberikan oleh bisnis serupa.
Jika di lihat dari reputasi bisnis ini di situs resminya memang memiliki rating yang cukup lumayan, ya tentunya karena akses dari para member dan calon membernya. Oh iya saya merasa tidak puas sebenarnya ketika berkunjung untuk mencari informasi lebih jauh pada situs bisnis ini.
Bayangkan saja ternyata kalau kita (hanya) ingin melihat daftar pertanyaan yang sering dilontarkan (baca: FAQ) saja kita harus registrasi terlebih dulu dan membuka kunci untuk dapat mengaksesnya. Ini menjadi sisi negatif yang sebelumnya pengunjung (mungkin) memiliki keinginan untuk tau lebih dalam dan mendaftar menjadi member, ini malah pupus niatan itu dengan terlalu privasinya akses ke link-link tertentu yang padahal merupakan bagian penting. Hum dengan begitu jangan salahkan kalau pengunjung menjadi tidak berminat sama sekali untuk bergabung.
Lepas dari itu semua pilihan ada di tangan Anda, silakan memilih peluang usaha apa yang hendaknya dapat menjadi pegangan dan tambahan penghasilan untuk Anda.
ADVERTISEMENT
Seseorang sedang mencoba mencetak sejarah, setelah Milton Glaser menciptakan logo I heart NY pada 1976, giliran pelaku kreatif dari Indonesia yang melakukannya.
Adalah Eko Punto Pambudi dia menciptakan icon seperti yang ada d samping ini, ikon yang dia ciptakan untuk Jakarta mengikuti jejak I heart NY cukup simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.
Seperti halnya logo I heart NY, icon ini bisa kita dapetin dalam bentuk kaos salah satunya, yang bisa dipesan pada situs resminya di sini.






