About the author
Adalah Ihwanul Iman nama lengkap dari bujang kelahiran Tasikmalaya 14 maret 1987 silam, merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.
Selalu berusaha melakukan yang terbaik yang bisa dikerjakan dan hal ini didasari atas kesadaran beliau mengenai kenyataan bahwa manusia hanya ditugaskan untuk berusaha dan 4JJI - lah yang menentukan. Selama 21 tahun ini (hingga thn 2008 : red) dia telah mengalami kenyataan-kenyataan yang sebetulnya tidak ia duga sebelumnya.
Siapa sangka lulusan salah satu SMP swasta di ujung perkampungan Kabupaten Tasikmalaya, lebih tepatnya dari ujung yang terujung di Singaparna ini hijrah ke sebuah tempat yang dinobatkan sebagai Ibu Kota Jawa Barat. Mencoba peruntungankah atau ada hal lain yang menjadi visi dia.
Saat ini menunggu kepastian mengenai masa depan yang hakekatnya ghaib. Dijadwalkan, bulan oktober 2008 dia akan menyelesaikan pendidikan di perguruan tingginya.
Banyak yang melintas diingatannya saat terngiang nama bulan tersebut. Di dalam benaknya berbisik menyarankan melanjutkan kembali pendidikan formalnya namun di sisi lain sebagai anak sulung kadang selalu mendorong keinginan untuk setidaknya membawa kebahagiaan kepada anggota keluarga dengan memberi kabar gembira, apapun itu. Memiliki hasil pendidikan yang berupa kemandirian dalam memenuhi segala tuntutan hidup dan rajutan masa depan pribadinya.
” Jalan mana yang terlihat, jalan di depanmu yang dipilih, bukan.. bukan kekeliruan namun kebenaran haqiqi yang dicari, akankah keridhoanNya selalu menaungi setiap langkah hamba Ilahi? semoga, amin…”
teman-teman memanggilnya Ihwan

